Sejarah

Keberadaan dan keberlangsungan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan hal mutlak bagi sebuah perguruan tinggi, bahkan dapat menjadi ukuran bagi kualitas dari perguruan tinggi tersebut. Keniscayaan tersebut dikukuh melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 20 (2) telah mensyaratkan bahwa Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Demikian pula halnya, di Perguruan Tinggi Muhammadiyah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Sejak dicanangkannya program desentralisasi oleh Dikti Kemendiknas pada tahun 2009, LPPM UMJ merespon hal tersebut melalui revitalisasi kelembagaan dan orientasi program melalui penyusunan Rencana Induk Penelitian (RENSTRA) dan Renstra Penelitian Tahun 2010–2015. Kegiatan penelitian yang dilakukan dua dokumen tersebut menempatkan penelitian di UMJ pada Klaster Madya pada tahun 2010 dan sampai dengan tahun 2017. Berdasarkan surat keputusan Dirjen Penguatan Risbang Nomor: B/5678/E1.2/H.M.00.03/2019 tanggal 13 November 2019 tentang klaster atau pengelompokan perguruan tinggi berbasis peneltian periode tahun 2016-2018 UMJ berada pada KLASTER UTAMA sehingga minat para dosen dalam mengikuti program hibah desentralisasi penelitian meningkat. Dalam upaya keberlanjutan program penelitian, mempertahankan peringkat sambil berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas UMJ maka perlu mempersiapkan sumber daya dan dana yang memadai serta perencanaan penelitian yang baik dan terprogram. Berdasarkan surat keputusan Dirjen Penguatan Risbang Nomor: 29/E/KPT/2019 tanggal 27 September 2019 tentang Pemeringkatan Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Pengabdian kepada Masyarakat periode tahun 2016 – 2018, UMJ telah mencapai KLASTER MEMUASKAN